Recovery Flash via LuCI

03.18 0
TL-MR3420v1 + OpenVPN
Ada baiknya, jika ingin ngeflash firmware OpenWrt, pastikan ada LuCI yang secara default sudah termasuk dalam paket firmware. Hal ini akan sangat bermanfaat ketika terjadi soft-brick yang kadang walaupun sudah kita dapatkan firmware yang cocok tetap saja terjadi. Tambahan lagi bricknya router ini jadi ketakutan tersendiri bagi teman-teman yang baru mau berkenalan dengan OpenWrt.

Hari ini saya coba build firmware untuk 3420v1.1 yang saya punya di rumah. Lama sudah tidak saya gunakan, bahkan firmware OpenWrt terakhir tergolong sudah ketinggalan sepertinya (firmware dua tahun yang lalu lho!). Ceritanya, saya pengen ganti firmware untuk bikin extroot dan ingin memfungsikan router ini sebagai mediaserver. Beberapa bagian router ini sepertinya sudah rusak, salah satunya di LAN yang sudah tidak bisa lagi menggunakan dhcp dan led di port nomor 3 menyala terus (tidak bisa dimatikan) sejak ada petir yang telah menewaskan beberapa peralatan elektronik saya di rumah.

Build firmware MR3420v1 ini adalah yang pertama, eh malah tidak sempurna pula. Tujuan build firmware ini cuma ingin agar router ini support extroot dan modem hsdpa saja, selebihnya nanti akan diinstall ke extroot (flashdisk 1 GB yang dibagi 2 partisi).

Karna ngebrick, maka yang saya lakukan adalah mencari cara termudah dan paling ringkas agar router bisa diakses kembali. Beberapa cara telah teman-teman posting di group, misalnya di doc yang ini (buat v2 jadinya tidak cocok). Googling pake keyword "how to flash mr3420 from failsafe" juga tidak begitu membantu, karena saat saya failsafe pun tidak bisa memperbaiki kesalahan saya dalam build firmware ini (entah mengapa tidak ada file configurasi network di firmware yang saya build).

Terakhir saya jadi kepikiran ke LuCI yang sudah included di firmware pertama saya ini. Nah, dari sini saya masuk recovery (failsafe), lalu memeriksa apakah uhttpd sudah jalan (ps|grep uhttpd). Jika belum, maka tinggal jalankan perintah:
/etc/init.d/uhttpd start
(atau tadi saya cd dulu ke /etc/init.d/ baru start uhttpd dari sana)
Jalankan uhttpd
Setelah itu bisa mengakses luci di http://192.168.1.1/cgi-bin/luci, dan melakukan upgrade firmware dari sana:
Akses LuCI Login Page
Backup / Flash Firmware - Buang Centang "Keep settings"
Lanjutkan dengan proses flash
Biarkan sampai router reboot
Hasilnya - router kembali normal
Sebelumnya saya gunakan firmware dari Cindy yang sudah ada OpenVPN di dalamnya, berhubung config network di firmware yang saya build malah kosong, maka setelah berhasil mengembalikan ke firmware awal tersebut (membuang centang "Keep settings"), tidak lupa centang "Keep settings" ketika mengupload file firmware untuk kedua kalinya. Hal ini dimaksudkan agar configurasi network yang kosong akan terisi dengan configurasi dari firmware sebelumnya.

Untuk firmware yang tidak bermasalah barangkali dibuang saja centangnya. Tadi juga sempat saya coba mau diflash menggunakan command line seperti tutorial yang dishare Mang Nanay (seperti hari-hari sebelumnya ketika mau flash ke firmware pabrikan), hanya saja karena file firmware tidak bisa saya upload ke router lewat scp maka tidak bisa saya lakukan.

Sampai di sini dulu.
Setelah ExtRoot
Lessons learned:
Selalu gunakan firmware OpenWrt yang ada LuCI secara default.
Centang 'Keep settings' jika ragu dengan firmware baru yang akan digunakan upgrade.
Jangan keburu menyerah ketika terjadi brick, gunakan google atau search doc di group.

Download Terjadwal (Crontab plus Aria2)

06.51 0
Ini ada catatan yang sangat bagus yang ditulis oleh bro Johan Rusli di group FB OpenWrt Indonesia tentang pemanfaatan fungsi crontab dan aria2 untuk melakukan download pada jam tertentu. Cocok sekali buat saya yang suka menggunakan Paket Kenyang Download Tri AON, tinggal masukkan link yang akan didownload, tinggal tidur dah dan biarkan router melakukan kerjanya.

Berikut catatannya saya kutip langsung saja ya (gunakan PuTTy atau Terminal):
touch /etc/crontabs/root
touch /var/log/cron.log
ln -sf /etc/crontabs/root /etc/crontab
/etc/init.d/cron enable
/etc/init.d/cron start

Install Aria2:
opkg update
opkg install aria2
Edit file /etc/crontabs/root:
30 1 * * * /usr/bin/aria2c -i url.txt -j 1 --file-allocation=none >> /var/log/cron.log
30 6 * * * /usr/bin/killall aria2c

Untuk edit file /etc/crontabs/root bisa memakai perintah:
crontab -e
simpan dengan Esc diikuti :wq

Jikalau meng-edit /etc/crontabs/root melalui Putty mesti di-restart cron-nya agar berjalan:
/etc/init.d/cron restart

Catatan:
  • Aria2 akan hidup dari jam 1.30 - 6.30 AM
  • url.txt terletak di folder /root berisi link url file yang mau didownload
  • j 1 --> file didownload satu persatu
  • di /var/log/cron.log berisi log dari proses Aria2-nya
Silakan berkreasi dengan command aria2 yang tersedia untuk tuning performa downloadnya. Berikut yang saya isi di router HG553:


OpenWrt HG553 Plus OpenVPN Mikodemos Scrypt

08.46 0
Kali ini saya hanya ingin berbagi firmware khusus buat HG553 yang sudah ditambahkan Scrypt dari Bro Mikodemos. Fungsi utamanya barangkali digunakan untuk 'bergretong ria', tapi di post ini bukan itu intinya.

Coba perhatikan screenshot di samping, dan jangan terkejut ampe nangis ya liat speednya. Itu adalah koneksi internet menggunakan openvpn. Nah, inilah yang ingin saya sampaikan. Dengan bantuan Scrypt dari Bro Mikodemos ini, kita dipermudah untuk melakukan koneksi ke server openvpn (*selebihnya anggap saja bonus ya).

Tidak perlu susah-susah akses router lewat ssh (putty) atau winscp untuk mengupload config. Tinggal klak klik kluk saja, semua bisa dilakukan lewat sini. Adapun di firmware ini, saya hanya menambahkan scrypt (perlu digaris bawahi kayaknya), karena bukan saya yang menulis scrypt ini. Jadi, bersyukurlah kita yang hanya tinggal menikmati hasil kerja keras teman kita ini. Oh iya, berikut yang mungkin perlu juga diketahui:
  • Akses pertama ke LuCI di alamat http://192.168.1.1/cgi-bin/luci. Jika sebelumnya sudah tercache di browser barangkali akan diredirect otomatis, tapi jika ternyata tidak (redirect malah ke halaman login scrypt), maka akses saja LuCI lewat link itu.
  • Wireless saya setup dengan ID "HG553", passwordnya: "silakanpak" (tanpa tanda kutip pastinya). Maaf, bukan berarti saya melecehkan ibu-ibu atau saya ini anti gender, tapi tadi otak saya mikirnya sumpek banget dah, barangkali karena pengaruh sakit mata, jadinya bikin password pun asal jadi gitu dan apa yang lewat di pikiran saja.
  • Login ke halaman Scrypt menggunakan user & pass default: admin.
  • Free space di router di kisaran 5.3 MB, mudah-mudahan cukup buat teman-teman bermain di paket-paket lain. Nggk banyak juga sih sebenarnya yang terinstall default di firmware HG553 ini, misalnya Samba, HD-Idle, dan Print Server.
  • Mohon maaf, akses ke statistik sepertinya korrup (ada paket yang kurang, bukan karena saya sunat).
Baiklah, karena temanya tentang OpenVPN, selanjutnya ada baiknya saya terangkan juga cara setting awal di halaman scrypt yaitu:

Profile
Yang pertama, kita set dulu Port Modem dan Interface gsm (klik di Menu > Profile). Sesuai dengan konfigurasi yang saya buat di firmware remake ini, Port Modem untuk Huawei biasa di angka tertinggi (misalnya terdeteksi dari ttyUSB0, lalu ttyUSB1, selanjutnya ttyUSB2, maka yang kita pilih adalah ttyUSB2 yang nantinya digunakan untuk melihat Status Modem atau mengirim SMS misalnya). Sedangkan Interface gsm adalah "Huawei" sesuai dengan koneksi yang ada di tab Network (LuCI). Interface gsm ini gunanya untuk dialup (terhubung ke internet).

Setelah keduanya diset, selanjutnya adalah menambahkan account OpenVPN. Klik di "Accounts".

Accounts
Sudah ada sample-client.ovpn di sana. Tinggal kita tambahkan (Choose File + Upload) config dari server openvpn yang kita miliki dengan sebelumnya mengeset auth-user-pass ke file.txt dan ca.crt nya (saya rasa bagian ini tidak perlu dijelaskan ya, yang hobby bermain di OpenVPN pasti udah ngerti). Ketiga file ini (file.ovpn, ca.crt, file.txt) akan terupload ke folder yang saya di /root/crt.

Jika sudah diupload, aktifkan config dengan memilihnya di dropdown "Config:" lalu "Save & Apply". Selanjutnya klik Status, pilih profile yang akan digunakan, silakan diklik "Start", setelahnya saya yakin akan mengerti sendiri. Enjoy and have fun!


NB:
Dari tadi kok ngoceh terus ya, link firmwarenya mana? Hahaha! Hampir kelupaan:
OpenWrt HG553 + Mikodemos Scrypt (Maaf tidak pake masking url, pake hotlink doang).
Jangan lupa, cek Update Scrypt dan Update Web di Profile.
Thanks to Mikodemos Ragil for making things easier!

Warning!
Nge-BRICK saya nggk tanggung jawab ya.
Digunakan buat gretongan saya juga tidak tanggung jawab lho!

Huawei EchoLife HG553 OpenWrt

13.27 0
Setelah sekian lama tidak begitu aktif dalam per-OpenWrt-an, dengan sangat gumbira saya pun membeli sebuah router untuk main-main. Hah!!! Iya, sebenarnya sudah ada EeePC 701 yang telah secara aktif saya gunakan sejak 3420 rusak adaptornya, tapi tetap saja tidak membuat saya puas begitu saja.

Saya putuskan beli HG553 karena sebetulnya lagi rame saja, kalau dari segi performa saya pikir sepandai-pandai yang 'mpunya' lagi mau memfungsikannya seperti apa. Kalau hanya sekedar buat koneksi internet, cari saja spek router yang lebih minim lagi dan lebih murah tentunya daripada router ini (jika ada).

Kala itu, harga diskon di Jaknot jatuh pada kisaran Rp.99.000,- (per tengah malam). Hanya saja, jika ingin order jam segitu rasanya kok aneh (orang udah pada tidur juga). Saya tunggu keesokan harinya, pas tengah hari malah harganya naik ke Rp.114.000 lebih dikit. Ya sudahlah, ambil saja pikirku. Kapan lagi mau punya mainan baru (padahal oprek raspi buat openwrt juga belum kelar).

Sekian basa basinya, langsung ke acara pokok saja dah. Seperti biasanya, saya tidak tahan kalau tidak menggunakan firmware OpenWrt, jadi masuk ke default webnya cuma buat liat bentar saja:

HG553 Factory Firmware
Page Update Software HG553

Baiklah, sebelum memulai update, ada baiknya juga saya beritahu bahwa saya tidak melakukan update langsung dari halaman Tools Update Software seperti terlihat di atas. Tapi, yang saya lakukan adalah sesuai petunjuk di halaman wiki OpenWrt HG553 ini. Dari situ saya jelaskan ulang saja sebagai berikut:
  1. Siapkan firmware hg553 openwrt, biasanya nama filenya: openwrt-HW553-squashfs-cfe.bin
  2. Masuk ke halaman update dengan cara mematikan router, hidupkan kembali sambil menekan 'reset' selama 30 detik (tekan saja lobang reset pake korek api atau isi pena).
  3. Konek LAN dengan setting IP Manual di 192.168.1.2, netmask 255.255.0.0 tanpa perlu setting gateway juga tidak masalah.
  4. Buka browser di alamat http://192.168.1.1 (bersihkan cache jika sebelumnya telah digunakan untuk akses LuCI).
  5. Upload file openwrt-HW553-squashfs-cfe.bin lalu tunggu sampai router reboot (Led Power warna Merah)
  6. Terakhir silakan telnet ke 192.168.1.1 atau akses di http://192.168.1.1 untuk mengeset password.
Lebih lengkap dengan screenshot ya, silakan dicermati:

Bersihkan cache browser jika menemukan hal seperti ini.
Update Software (langkah no. 4)
Upload file .bin (langkah no. 5)
Setelah dipilih, file bin siap diupload (klik Update Software)
Proses Update Software sedang dijalankan.
Abaikan jika muncul seperti ini.
Langsung buka http;//192.168.1.1/cgi-bin/luci
jika tidak otomatis redirect ke halaman login
Jangan lupa set password (langkah no. 6)
Router sudah siap digunakan. Oh iya, hampir lupa, di wiki dikatakan kalau config switch untuk HG553 tidak otomatis dibikin (kecuali firmware yang digunakan sudah dikustom oleh yang ngebuild). Untuk itu, diperlukan setting /etc/config/network dengan isi sebagai berikut (Port No. 4 digunakan sebagai WAN):

config switch 'eth1'
option reset '1'
option enable_vlan '1'

config switch_vlan
option device 'eth1'
option vlan '1'
option ports '0 1 2 5t'

config switch_vlan
option device 'eth1'
option vlan '2'
option ports '3 5t'

config interface 'loopback'
option ifname 'lo'
option proto 'static'
option ipaddr '127.0.0.1'
option netmask '255.0.0.0'

config interface 'lan'
option type 'bridge'
option ifname 'eth1.1'
option proto 'static'
option ipaddr '192.168.1.1'
option netmask '255.255.255.0'
option nat '1'

config interface 'wan'
option ifname 'eth1.2'
option _orig_ifname 'eth1.2'
option _orig_bridge 'false'
option proto 'dhcp'

Silakan menyesuaikan dengan keinginan masing-masing. Karena di rumah ada beberapa router, maka untuk HG553 saya set di 192.168.4.1. Moga ada gunanya, selamat berotak-atik.

Unboxing TP-Link MR3020

04.13 0
Lama juga tidak posting tentang OpenWrt, kebetulan sudah lama juga tidak ngoprek router. Nah, kali ini kebetulan pula MR3020 lagi ada masalah, reboot terus-terusan. Solusinya tidak bisa lewat reset di tombol WPS, musti direset menggunakan serial cable.

Cuma, saat ini belum punya kabelnya lagi. Besok saja saya beli lagi kabel data nokia buat dipake. Sementara, saya posting dulu bagaimana cara membuka box MR3020 ini. Tapi saya tidak posting fotonya ya, tapi hanya share video yang saya search di YouTube:



Nanti baru dishare how to selanjutnya.

Referensi:
TP-Link TL-MR3020
Modem Huaweii E226/E220 Idle di UMTS

Modem Huaweii E226/E220 Idle di UMTS

23.54 0
Beberapa hari ini modem yang saya gunakan untuk konek ke opesel XL paket unlimited sering idle. Jaringan yang tadinya dilock pada mode HSDPA seringkali berobah jadi UMTS. Hal ini menyebabkan koneksi terputus dan tidak bisa nyambung kembali ketika proses reconnect.

Belum punya solusi jitu buat mengatasi ini, hanya saja mungkin hal ini terjadi pada OpenWRT x86 saja, khususnya di EEEPC 701. Atau barangkali hanya di OpenWRT x86 yang saya build (kebetulan pula versinya sudah jauh ketinggalan).

Untuk mengatasi masalah ini, yang saya lakukan hanya dengan menjalankan command line:
comgt

Seketika setelah command tersebut dijalankan, mode jaringan langsung kembali ke HSDPA dan bisa konek lagi. Kapan-kapan dicari deh penyebab utamanya dimana. Sementara itu dulu.